Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mematangkan seluruh persiapan operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) menjelang peluncuran resminya pada akhir Juli 2026.
Berbagai aspek, mulai dari pembangunan fisik, kesiapan fasilitas, hingga tenaga pendidik, dipastikan terus dikebut agar seluruh kegiatan dapat berjalan sesuai rencana.
Sesuai jadwal, proses penerimaan siswa akan diawali dengan kedatangan dan registrasi peserta didik pada 30 Juli 2026. Selanjutnya, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus peluncuran resmi Sekolah Rakyat Terintegrasi dijadwalkan berlangsung pada 31 Juli 2026.
Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman atau yang akrab disapa Jigus, mengatakan pemerintah daerah terus melakukan koordinasi bersama pemerintah pusat agar seluruh persiapan berjalan optimal.
Selain pembangunan fisik, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi perhatian pemerintah. Dukungan lintas sektor terus dilakukan, termasuk keterlibatan Dinas Kesehatan untuk pemeriksaan kesehatan siswa sebelum mengikuti kegiatan belajar.
"Alhamdulillah, pada hari ini saya mewakili Pak Bupati melaksanakan rapat koordinasi terkait Sekolah Rakyat, yang Insyaallah tadi sudah disampaikan oleh ibu direktur, nanti akan dilaksanakan launching pada tanggal 31 Juli di tahun ini," ujar Jigus.
Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi menjadi salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian yang diberikan kepada Kabupaten Cirebon melalui program tersebut.
Baca Juga: Polresta Cirebon Tindak Knalpot Tidak Standar, Patroli Polsek Pabuaran Sasar Jalan Utama dan Parkir
Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Cirebon dirancang mampu menampung sebanyak 540 siswa yang terbagi dalam 18 rombongan belajar.
Peserta didik tersebut merupakan hasil migrasi dari Sekolah Rakyat yang berada di Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan.
Pemerintah membagi kuota secara merata untuk tiga jenjang pendidikan, yakni Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Masing-masing jenjang akan diisi sebanyak 180 siswa.
Di sisi lain, Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia, Suratna, menjelaskan bahwa pemerintah mengutamakan aspek keselamatan sebelum sekolah mulai beroperasi.
Baca Juga: Operasi Kamtibmas di Cirebon: Polsek Beber Tertibkan Premanisme dan Parkir Liar Secara Humanis
Ia menyebut penyesuaian jadwal dilakukan agar seluruh fasilitas benar-benar siap digunakan oleh para siswa.
"Karena kalau kita paksakan juga akan kurang aman untuk anak-anak," ungkapnya.
Saat ini, progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Cirebon telah mencapai sekitar 80 persen dan masih terus dipercepat.
Fasilitas yang disiapkan meliputi empat unit asrama dengan kapasitas total 544 tempat tidur. Selain itu, tersedia ruang makan yang mampu menampung hingga 576 set meja dan kursi untuk mendukung aktivitas para siswa.
Baca Juga: Polresta Cirebon Amankan Kepulangan 441 Jemaah Haji Kloter 25, Suasana Haru Warnai Watubelah
Tak hanya itu, pemerintah juga memastikan seluruh infrastruktur dasar tersedia, seperti pasokan air bersih, jaringan listrik, layanan internet, hingga sistem pengelolaan sampah agar operasional sekolah dapat berjalan dengan baik.
Selain pembangunan fisik, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi perhatian pemerintah. Dukungan lintas sektor terus dilakukan, termasuk keterlibatan Dinas Kesehatan untuk pemeriksaan kesehatan siswa sebelum mengikuti kegiatan belajar.
Suratna memastikan tenaga pendidik yang akan mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi telah tersedia.
"Gurunya sudah siap semua, sudah ada," tambah Suratna.
Baca Juga: Pelabuhan Cirebon Dinilai Masih Sangat Strategis, DPR RI Minta Jangan Kalah oleh Kehadiran Patimban
Sementara itu, proses penerimaan siswa akan diawali dengan penyerahan resmi dari orang tua kepada pihak sekolah pada 30 Juli 2026.
Pemerintah Kabupaten Cirebon juga masih terus melakukan optimalisasi agar target jumlah peserta didik yang telah ditetapkan dapat terpenuhi sebelum sekolah resmi beroperasi.
"Sedang dicari optimalisasi untuk mencapai kuota itu," tegas Suratna.
Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, Pemerintah Kabupaten Cirebon optimistis Sekolah Rakyat Terintegrasi dapat menjadi sarana pendidikan yang mampu memberikan manfaat jangka panjang sekaligus memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak di wilayah Cirebon dan sekitarnya. (*)
Tags
Cirebon
