![]() |
| Lima atlet perempuan Himalaya UDM Indramayu menuntaskan ekspedisi 3 gunung selama 3 hari, menempuh 43 jam perjalanan dan membawa misi edukasi alam. |
Indramayu, Cirebon Zone - Lima atlet perempuan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Himpunan Mahasiswa Alam Raya (Himalaya) Universitas Darul Ma'arif (UDM) Indramayu mencatatkan prestasi dalam ekspedisi pendakian tiga gunung sekaligus.
Kelima srikandi tersebut berhasil menyelesaikan ekspedisi maraton bertajuk "SMS" atau Sindoro, Merbabu, Sumbing dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 17 September 2026. Pendakian dilakukan pada 18 hingga 20 September 2026 dengan membawa misi pelestarian alam melalui tema "Memayu Hayuning Bawana".
Dalam ekspedisi tersebut, kelima atlet menempuh tiga jalur pendakian secara beruntun. Perjalanan dimulai dari Gunung Merbabu melalui jalur Selo, kemudian berlanjut ke Gunung Sumbing via Garung, sebelum ditutup dengan pendakian Gunung Sindoro melalui jalur Ndoro Arum.
Lima atlet yang mengikuti ekspedisi itu yakni Widiyanti (Srikan), Anggun Rahayu (Menda), Nuril Izza (Baku), Ade Aulia Agustin (Giraffa), dan Mardyana Zulfah (Embun).
Untuk mendukung keselamatan dan kelancaran selama perjalanan, mereka didampingi lima personel yang tergabung dalam tim pendamping dan recovery. Mereka adalah Nasmuddin Hisam Danu Pratama (Pjekur), Maulana Iksan (Ranting), Ziad Mustafa Zakaria (Watupekak), Himatun Nur Fadhilah (Lindu), serta Nabila Khoirunnisa (Teratai).
Ekspedisi tersebut bukan perjalanan ringan. Kelima atlet harus menghadapi tantangan fisik dan mental selama pendakian yang dilakukan secara estafet dengan total waktu mencapai 43 jam.
Dari total waktu tersebut, 12 jam digunakan untuk menyelesaikan pendakian Gunung Merbabu. Selanjutnya, perjalanan di Gunung Sumbing berlangsung selama 16 jam, sedangkan Gunung Sindoro ditempuh dalam waktu 15 jam sekaligus menjadi gunung terakhir dalam rangkaian ekspedisi.
Di tengah padatnya jadwal pendakian, tim tetap menjalankan sejumlah misi yang telah direncanakan. Salah satu target utama mereka adalah memastikan seluruh atlet dapat mencapai puncak secara bersama-sama.
Tak hanya mengejar capaian pendakian, kelima srikandi juga memanfaatkan ekspedisi tersebut untuk membuat video edukasi mengenai manajemen pendakian serta berbagai larangan yang harus dipatuhi para pendaki ketika berada di kawasan gunung.
Perwakilan atlet, Nuril Izza (Baku), mengatakan keberhasilan tersebut tidak diraih dengan mudah. Menurutnya, persiapan fisik selama tiga bulan serta pengelolaan ekspedisi yang matang menjadi bagian penting dari keberhasilan mereka.
"Tiga hari penuh perjuangan, tiga hari penuh rintangan, dan tiga medan gunung yang berbeda akhirnya terbayar tuntas. Ini adalah perjalanan spiritual sekaligus fisik yang luar biasa bagi kami berlima. Awalnya kami tidak yakin dalam melaksanakan Ekspedisi 3 hari 3 gunung ini. Tetapi karena adanya latihan fisik selama 3 bulan dan menejemen yang baik pada akhirnya kami bisa sukses dalam ekspedisi ini. Sebuah pencapaian yang tidak disangka-sangka," ujarnya.
Selain menjadi pencapaian dalam bidang ketahanan fisik, ekspedisi tersebut juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan. Hal itu sejalan dengan tema "Memayu Hayuning Bawana", yang dimaknai sebagai kewajiban manusia untuk memperindah, menjaga, sekaligus mempertahankan keselamatan dunia.
Melalui tema tersebut, Himalaya UDM Indramayu ingin menunjukkan bahwa kemampuan seorang pendaki dalam menghadapi tantangan alam harus berjalan beriringan dengan kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Ketua Umum Himalaya UDM Indramayu, Nasmuddin Hisam Danu Pratama (Pjekur), memberikan apresiasi terhadap perjuangan kelima atlet yang menyelesaikan ekspedisi tersebut.
"Ekspedisi ini bukan sekadar tentang menaklukkan puncak gunung, melainkan sebuah pembuktian nyata dari tema yang diusung, yaitu “Memayu Hayuning Bawana”. Sebuah komitmen untuk memperindah, menjaga, dan merawat keselamatan alam semesta. Melalui ketangguhan mental, fisik, dan spiritual ke-5 srikandi ini, kita diingatkan kembali bahwa manusia dan alam harus hidup dalam harmoni yang selaras. Keberhasilan ini menjadi refleksi bagi kita semua bahwa batasan hanya ada di dalam pikiran. Terima kasih atas dedikasi, keringat, dan pesan kelestarian yang telah dibawa hingga ke puncak tertinggi. Semoga semangat menjaga bumi ini terus mengalir dan menginspirasi generasi muda lainnya," pungkasnya.
Keberhasilan ekspedisi tiga hari tiga gunung tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai catatan prestasi bagi Himalaya UDM Indramayu. Kegiatan itu juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani menghadapi tantangan sekaligus tetap memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Perjalanan lima srikandi tersebut menjadi gambaran bahwa ketangguhan manusia dalam menaklukkan tantangan alam dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga dan melestarikan lingkungan.(*)
